Aku memang makhluk paling konyol dan aneh. Begitulah kata seorang teman. Pasalnya aku pernah mengakhiri satu perkenalan -katakanlah semacam kencan pertama- karena hal sepele. Begini kisahnya:
Tibalah hari dimana pria-wanita saling memperkenalkan diri di sudut tempat yang indah. Di sana ada dua pasang mata yang saling beradu pandang diantara cangkir kopi dan sepiring cokelat, ditambah menu berat. Kami bertukar cerita dan tawa. Hingga sampailah pada detik itu. Detik dimana perasaanku luluh. Tunggu dulu! Hatiku bukan luluh lantaran kagum. Tetapi hatiku luluh lantah alis rontok tak tersisa. Sumpah! Aku tak ingin perjamuan itu berlanjut lebih lama lagi. Dan terpaksa aku akhir dengan alasan waktu yang terbatas. Jelas! Aku tak suka melihat satu jari pada tangan kirinya, saat dia letakkan di atas meja. Kau tahu? Dari lima jari, terselip satu jari dengan kuku yang kotor. Padahal kukunya pendek. Dan itu tadi, hanya satu kuku. Apa sulitnya dia bersihkan sebelum bertemu? Untuk hal kecil saja dia tidak bisa memberikan perhatian, bagaimana denganku nanti? Itu alasanku. Dan temanku hanya geleng-geleng kepala mendengarnya. :D
Selasa, 23 April 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar