Senin, 07 April 2014

Demokrasi dan Kebebasan

Repot juga kalau semua orang dan golongan relatif mengartikan "apa itu demokrasi?" Namun yang jelas, golongan penguasa, para teroris, pencari berita, umat beragama baru atau sekte, dan masih banyak lainnya yang bermunculan. Mereka bisa naik ke permukaan, sesungguhnya berkat menikmati keran demokrasi yang sedang terbuka. Sekalipun golongan yang mengaku bahwa mereka anti demokrasi. Mereka termasuk pihak yang merasakan kucuran air demokrasi. Tanpa adanya sistem pemerintahan yang demokratis ini. Mereka tidak akan muncul. Misalnya pada mas orde baru, bagaimana pers menemukan kebebasannya? Kemudian golongan-golongan yang dianggap mengancam kestabilan tahta pemerintah yang otoriter pada saat itu. Entah berbentuk kumpulan umat beragama di luar agama resmi maupun teroris. Tak akan ada ampun. Pasti sudah dibunuh hingga ke akar-akarnya, anak-cucu mereka. Nyawa tak lagi berharga. Hak manusia yang paling asasi terampas, yaitu hidup dan kebebasan. Namun, lain dulu lain sekarang. Setelah kebebasan dirasakan oleh kita semua berkat demokrasi. Kita bablas tak terkendali. Kebebasan tak lagi mengenal batasannya. Tak lagi bisa melihat mana wilayah publik dan pribadi. Tak lagi bisa membendung kepentingan golongannya masing-masing. Kepentingan pribadi dan golongan di atas segalanya. Teroris juga tak mau kalah, semakin bebas menyebarkan ide dan ancamannya. Informasi dan berita mengalir membabi-buta, baik tayangan positif atau negatif. Pada akhirnya kebebasan semacam ini tak akan memberikan kita apa-apa sekalipun hak kebebasan yang asasi itu sendiri. Buktinya nyawa semakin banyak melayang. Kebebasan manusia yang satu dirampas oleh yang lainnya. Apakah ini akibat perilaku manusia yang tak merasakan pendidikan dari pemerintah secara merata sehingga jauh dari mengenal kesadaran akan makna kebebasan yang sebenarnya. Atau kita memang telah lupa "apa itu kebebasan?" Seperti ikan yang tak juga sadar dengan apa itu air, yang memberinya kemampuan untuk bertahan hidup. Padahal dia pernah terjebak di darat yang hampir membuatnya mati.

0 komentar:

Posting Komentar