Ada yang membingungkan. Saat ini, tingkat kepedulian masyarakat terhadap dunia sosial sangat tinggi.
Buktinya mereka sering bermedia sosial. Mulai dari game online sampai dengan jejaring sosial.
Penyakit ini, tak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga -paling utama- tumbuh subur di kalangan anak-anak muda.
"Penyakit"? Mengapa disebut penyakit, padahal sudah bersosialisasi, apa yang keliru?
Begini, jika tidak dikontrol, terus-terusan bersosial macam itu, bisa menjadi penyakit.
Sebagai fakta, tawuran tetap terjadi. Malah makin marak, padahal mereka yang terlibat mungkin sudah saling berteman di dunia maya atau pernah main poker bersama di media online.
Tetapi mengapa masih saja tidak merasa saling mengenal satu dengan yang lainnya?
Belum lagi ada kasus telah terjadi Stroke terlalu dini yang dialami anak-anak penggemar games online.
Lantaran menahan rasa emosi seorang diri, saat kalah.
Harusnya, rasa kesalnya bisa dibagi dan disalurkan jika dia bermain bersama anak yang lain.
Bukankah dengan kata lain, ini adalah anti sosial? Hem, Sosial yang Asosial.
Membingungkan, bukan?
Setidaknya, bermain kelereng, gangsing, layangan, petak umpet, dan panjat pinang lumayan lebih baik karena berhadapan langsung dengan teman dan melatih sportifitas juga. :)
-2 November 2012-
0 komentar:
Posting Komentar