Senin, 17 Desember 2012

Sepenggal Nama; Sepenggal Kisah

... Lewat namanya; aku mendapat banyak kawan. Karena dia; aku memilih bisu dari pertanyaan. 

Bersamanya janji usang; harapan tumbang. Uniknya; hasrat kian garang dan "penasaran" terus melayang terbang. Tinggi, makin tinggi. Hingga sulit turun ke bumi. Bahkan sekedar berdamai dengan diri. 

Malam dan pagi berlari; menjemput embun yang tak tahan ingin jatuh pada helai rumput. Di antara mereka dia pernah hadir. Dan lalu, pergi bersama senja. 

Yang tersisa hanya tanya; apakah ini tulah? Dari permainan dua kelingking yang pernah bersumpah. 

Konon, sumpah kelingking punya kisah; dari sang ratu yang bersumpah dengan mengaitkan jari kelingkingnya pada seseorang; kemudian berjanji untuk mengikuti orang itu selama-selamanya. Entah benar atau tidak. 

Dia tetaplah sepenggal nama; yang muncul bersama cerita. Dan lagi, hilang seiring senja. 

Barangkali pun; nama itu tak pernah ada; di duniaku yang nyata... 

(Sepenggal Nama; Sepenggal Kisah)

pada 15 Maret 2012 pukul 2:53

0 komentar:

Posting Komentar