... Lewat namanya; aku mendapat banyak kawan. Karena dia; aku memilih bisu dari pertanyaan.
Bersamanya janji usang; harapan tumbang. Uniknya; hasrat kian garang dan "penasaran" terus melayang terbang. Tinggi, makin tinggi. Hingga sulit turun ke bumi. Bahkan sekedar berdamai dengan diri.
Malam dan pagi berlari; menjemput embun yang tak tahan ingin jatuh pada helai rumput. Di antara mereka dia pernah hadir. Dan lalu, pergi bersama senja.
Yang tersisa hanya tanya; apakah ini tulah? Dari permainan dua kelingking yang pernah bersumpah.
Konon, sumpah kelingking punya kisah; dari sang ratu yang bersumpah dengan mengaitkan jari kelingkingnya pada seseorang; kemudian berjanji untuk mengikuti orang itu selama-selamanya. Entah benar atau tidak.
Dia tetaplah sepenggal nama; yang muncul bersama cerita. Dan lagi, hilang seiring senja.
Barangkali pun; nama itu tak pernah ada; di duniaku yang nyata...
(Sepenggal Nama; Sepenggal Kisah)
pada 15 Maret 2012 pukul 2:53
Senin, 17 Desember 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar